Skip to main content

Posts

Showing posts from February 3, 2018

Apresiasi Puisi Untuk Guru Ahmad Budi Cahyono

Dunia pendidikan lagi-lagi diterpa kemelut degradasi moral yang berkepanjangan. Pasalnya belumlah tuntas kasus-kasus yang menimpah para guru akibat pelaporan terhadap tindak kekerasan kepada murid. Lagi dan lagi dunia pendidikan harus berkabung atas meninggalnya guru kesenian dari Sampang yang diakibatkan tindak kekerasan dari salah satu oknum siswanya. Berita ini kini menjadi sangatlah viral di medsos. Dari berbagai group medsos guru Banyak yang menilai bahwa KPAI berat sebelah dalam menerapkan hukum kepada pelaku. Ini dikarenakan posisi pelaku masih dibawah umur. Sejalan dengan kejadian itu, banyak komentar dari guru yang menghujat pelaku dengan berbagai ujaran yang sangat memojokkan. Perilaku ini dilakukan karena rasa geram guru setelah melihat berita tersebut. Tidak sedikit guru yang memberikan empatinya kepada korban maupun keluarganya baik dengan penggalangan dana sosial bahkan sampai apresiasi puisi. Berikut apresiasi puisinya. *Muridku, Jangan Kau Ambil Nyawaku* _...

Motivasi Belajar Dari Sebuah Batu Jika Kamu Putus Asa Belajar

Ada sebuah kisah, yang barangkali bisa menjadi pembelajaran kita bersama, tentang bagaimana sebuah proses “diperjuangkan” Tetesan Air yang Dapat Melubangi Batu Kisah ini berawal dari seorang pemuda biasa yang dianggap bodoh dan terbelakang yang memiliki orangtua dengan dukungan luar biasa sehingga ketika orangtuanya terkena wabah dan hampir meninggal, mereka memberikan sebuah wejangan bagi pemuda ini, “Jika kami meninggal, maka tidak ada lagi yang akan mendukungmu, oleh karena itu kamu harus bisa mandiri. Jadilah seperti tetesan air yang mampu melubangi batu, fokuslah pada apa yang kamu kuasai dan kamu akan menjadi seseorang yang disegani banyak orang.” Pemuda ini kemudian melanjutkan usaha ayahnya sebagai tukang kayu, dan karena sejak kecil ia sudah sering membantu ayahnya dalam menilai kayu, ia memperoleh kemampuan untuk mengenali dan menilai kayu dengan baik. Suatu hari, seorang yang tua mendatangi pemuda tersebut untuk mencari kayu yang dapat dipahat menjadi patung. Pemud...