Skip to main content

Posts

Showing posts from January 21, 2018

Penting Tahu Karakter Siswa Supaya Bisa Mendidik Dengan Baik

Karena tulisan bebas ini mungkin saja membuat salah satu pihak merasa tidak senang sebelumnya ijinkan saya mohon maaf, serta dalam tuisan ini saya sengaja tidak mencantunkan sumber link rujukan semata hanya untuk menjaga privasi. Melihat banyaknya permasalahan yang di posting oleh guru dalam forum media sosial terutama pada forum-forum guru tentang kenakalan siswa, tidak sedikit guru yang mendiskriminasi anak sebagai sumber utama objek kesalahan tanpa harus mengkaji penyebab dari semua bentuk kesalahan anak tersebut. Sisi lain, adanya tuntutan dan tekanan dari pemerintah membuat guru tidak fokus untuk membimbing siswa dengan baik. Guru sekarang lebih fokus pada pola pengajaran 24 jam daripada pola pendidikan karakter siswa. Ini meupakan dampak dari target profesionalisme yang berbentuk sertifikasi, dengan adanya tunjangan dari pemerintah guru lebih mementingkan administrasi yang menunjang kesejahteraan hidupnya secara duniawi daripada kesejahteraan hidup siswa secara ukhrawi. Di...

FSGI : Guru Keluhkan Penerapan Pendidikan Karakter

Penerapan Program Pendidikan Karakter (PPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dari segi penilaian disebut tidak dapat berjalan efektif karena terlalu banyak kategori yang harus dinilai oleh guru. "Jadi kurang valid dan kurang objektif," tutur Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim di kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Selasa (26/12). Satriwan menjelaskan, dalam penerapan PPK, guru memberikan nilai sikap di bidang sosial dan spiritual. Di bidang sosial ada 12 kategori yang harus dinilai dan belasan kategori lain juga terdapat di penilaian sikap spiritual. Banyaknya kategori yang harus dinilai itu, belum termasuk penilaian terhadap tugas, pekerjaan rumah, praktik, dan ujian. "Kalau satu kelas ada 30 siswa, kemudian dia mengajar di 12 kelas, maka bayangkan berapa banyak yang harus dinilai dengan kategori sebanyak itu," tutur Satriwan. Satriwan menganggap hal itu membuat guru menjadi tidak fokus dalam memberi nilai. Ter...