
Dunia pendidikan Indonesia kembali memasuki babak baru. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) Nomor 56 Tahun 2026, pemerintah resmi menerapkan sistem evaluasi yang lebih terintegrasi melalui penggabungan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN).
Langkah ini diambil untuk menciptakan pemetaan mutu pendidikan yang lebih komprehensif, efisien, dan terstandar secara nasional. Apa saja perubahan penting yang wajib diketahui oleh siswa, guru, dan orang tua? Berikut penjelasan lengkapnya.
Mengapa Ada Perubahan Sistem di 2026?
Pemerintah menyatukan dua instrumen evaluasi utama agar evaluasi belajar tidak tumpang tindih. Penggabungan ini memiliki dua fokus utama:
TKA: Berfokus pada pengukuran capaian kemampuan akademik peserta didik secara objektif pada akhir jenjang.
AN: Berfokus pada evaluasi mutu sistem dan lingkungan pendidikan secara menyeluruh melalui instrumen Literasi, Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar).
Kriteria dan Syarat Peserta
Peserta yang akan mengikuti evaluasi ini adalah murid dari jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal yang berada di tingkat akhir, yaitu Kelas 6 (SD/sederajat), Kelas 9 (SMP/sederajat), serta Kelas 12 atau 13 (SMA/SMK/sederajat).
Untuk menjadi peserta, siswa harus memenuhi syarat berikut:
- Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang valid dan aktif.
- Tercatat aktif belajar pada semester akhir di jenjang pendidikannya.
- Memiliki riwayat Laporan Hasil Belajar (rapor) yang lengkap dari semester-semester sebelumnya.
Daftar Mata Uji Sesuai Jenjang
TKA dirancang secara spesifik sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kesulitan masing-masing jenjang pendidikan:
Jenjang SD dan SMP Sederajat:
- Bahasa Indonesia
- Matematika
Jenjang SMA dan SMK Sederajat:
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Inggris
- Matematika
Dua Mata Pelajaran Pilihan: Siswa dapat memilih dari Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Bahasa Asing, atau PPKn sesuai minat dan penjurusan.
Pola dan Jadwal Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan beban ujian masing-masing jenjang agar siswa tidak kelelahan dan tetap fokus.
Jenjang SD/SMP Sederajat (Berlangsung 2 Hari):
Hari 1: Matematika (terintegrasi Numerasi) dan Survei Karakter.
Hari 2: Bahasa Indonesia (terintegrasi Literasi) dan Survei Lingkungan Belajar.
Jenjang SMA/SMK Sederajat (Berlangsung 4 Hari):
Hari 1: Bahasa Indonesia dan Survei Karakter.
Hari 2: Bahasa Inggris dan Survei Lingkungan Belajar.
Hari 3: Matematika (terintegrasi Numerasi).
Hari 4: Mata Pelajaran Pilihan 1 dan Mata Pelajaran Pilihan 2.
Pembaruan melalui sistem TKA dan AN 2026 ini diharapkan tidak hanya mengukur kecerdasan kognitif siswa, tetapi juga membentuk karakter unggul dalam lingkungan belajar yang aman dan mendukung.
5 Tips Jitu Menghadapi Format Baru TKA dan Asesmen Nasional 2026
Menghadapi sistem evaluasi yang baru mungkin terasa menantang, tetapi dengan strategi yang tepat, siswa dapat melewatinya dengan percaya diri dan hasil yang maksimal. Berikut adalah panduan persiapan yang bisa mulai diterapkan sejak dini:
1. Pahami Konsep Dasar, Bukan Sekadar Menghafal:
Sistem baru ini sangat menekankan pada kemampuan Literasi dan Numerasi. Artinya, soal-soal akan lebih banyak menguji pemahaman konsep dan logika berpikir. Berhentilah sekadar menghafal rumus atau teks; mulailah membiasakan diri memahami "mengapa" dan "bagaimana" suatu konsep bekerja.
2. Perbanyak Latihan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills):
TKA dan Asesmen Nasional menuntut kemampuan penalaran tingkat tinggi. Biasakan diri Anda untuk berlatih membaca grafik, menganalisis data, dan menyimpulkan teks bacaan yang panjang.
3. Strategi Tepat Menentukan Mata Pelajaran Pilihan (Khusus SMA/SMK):
Karena Anda diwajibkan memilih dua mata pelajaran pilihan, pilihlah yang paling Anda kuasai dan paling relevan dengan rencana studi di perguruan tinggi atau karier Anda kelak. Hindari memilih mata pelajaran hanya karena ikut-ikutan teman.
4. Latih Stamina dan Manajemen Waktu:
Jadwal ujian yang berlangsung selama 2 hari (untuk SD/SMP) hingga 4 hari (untuk SMA/SMK) tentu membutuhkan stamina fisik dan mental. Cobalah lakukan simulasi ujian (try out) di rumah dengan durasi yang mirip dengan aslinya agar tubuh dan otak Anda terbiasa fokus dalam waktu lama.
5. Jawab Survei Karakter dengan Jujur dan Santai:
Untuk bagian Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar), tidak ada jawaban benar atau salah secara akademis. Jawablah secara jujur sesuai dengan kondisi nyata yang Anda rasakan di sekolah. Jawaban Anda sangat penting bagi pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan.
Dengan adaptasi dan persiapan yang matang, pelaksanaan TKA dan AN 2026 tidak perlu menjadi beban, melainkan momen yang tepat untuk memetakan dan menunjukkan potensi terbaik setiap siswa.
