
Yang menjadi latar belakang penataan akun ini adalah untuk penertiban akun guru yang disinyalir atau terdetekasi ganda, invalid email, email duplikasi, akun tanpa role. Lebih lanjut dikatakan bahwa Dapodik versi baru 2021 akan memberikan akses login penngguna untuk guru, jika hal ini tidak ditertibkan maka guru tidak bisa melakukan set datanya.
Guru (PTK) diberikan akses login untuk melakukan set datanya sendiri karena guru yang bersangkutan lebih mengetahui datanya. Jika guru mampu melakukan seting data sejak awal dengan benar maka harapannya tidak diketemukan data yang invalid dikemudian hari.
Penting untuk difahami bahwa penertiban akun dapodik ini akan membawa imbas secara langsung kepada akun PTK yakni dengan penonaktifan akun. Jadi sudah dapat dipastikan bahwa nanti yang terkena imbas cleasing ini adalah PTK yang mempunyai email ganda, invalid email (email bodong), multi peran, pengguna tanpa role.
Langkah pertama yang melakukan oleh Tim Dapodik dalam penataan akun dan peran adalah dengan melakukan verifikasi email. Karena Dapodik versi 2021 memberikan akses role pada PTK maka email yang valid dan masih aktif sangat dibutuhkan.
Pada tampilan dapodik yang baru guru ketika melakukan login akan terblok sementara untuk melakukan verifikasi email. Jika email yang digunakan invalid dan tidak aktif maka guru tidak akan bisa login karena akunnya belum terverifikasi.
Jika masih diberikan waktu untuk sinkronisasi maka segeralah lakukan perbaikan data terutama pada data alamat surel (email). Jika masih menggunakan email yang tidak aktif atau salah segera ganti dan perbarui dengan email yang aktif.
Berikut video Penataan akun dan peran pada aplikasi dapodik versi 2021
Semoga bermanfaat.
