Tulislah kata kunci yang Anda cari, Enter

author photo
By On
karakter guru dan siswa

Berbicara soal pendidikan yang menjadi topik utama dewasa ini adalah penguatan Pendidikan karakter membangun sumber daya manusia (SDM). Konteks karakter ini ranahnya tidak hanya di khususkan kepada siswa saja karena yang dibangun ini adalah sumber daya manusianya maka guru sebagai pilar karakter seharusnya lebih mendominasi karakter itu sendiri. Bagaimana mungkin seorang guru dapat membentuk karakter siswa jika guru sendiri tidak berkarakter.

Sebuah pepatah mengatakan "Guru kencing berdiri, Siswa kencing berlari"  Penanaman nilai karakter yang terbaik adalah memberi suri tauladan. Dampak contoh perilaku dari suri tauladan akan lebih efektif dibandingkan dengan sekedar memberi teori tentang kebaikan. Saya tidak menafikan teori kebaikan akan tetapi siswa lebih cenderung meniru secara langsung. Contoh kecil; dalam pelaksanaan upacara bendera. Siswa disuruh untuk baris dengan sempurna tetapi sisi lain guru sendiri tidak berbaris dengan sempurna. Mana mungkin ini akan melahirkan karakter siswa yang bagus jika karakter guru sendiri belum bagus.

Tiap kali siswa menjadi korban kesalahan karakter. Hal ini merupakan suatu bentuk ketidakadilan karena cara melihatnya adalah pincang sebelah. Oleh karenanya, sebelum menyalahkan karakter siswa, marilah kita lihat dalam diri kita sebagai guru adakah 10 karakter sederhana ini yang melekat dalam jiwa kita?. Ingat. 10 karakter ini sebagai bekal menjalankan tugas kita sebagai guru untuk melahirkan siswa yang berkarakter.

1. Guru harus mempunyai akhlak yang kokoh.

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya, Ihyaa' `Uluumuddiin, mendefinisikan akhlak sebagai "sifat-sifat yang telah tertanam dalam jiwa, yang darinya timbul perbuatan-perbuatan atau perilaku dengan mudah, tanpa memerlukan terlebih dahulu pertimbangan pikiran". Perilaku yang menjadi kebiasaan adalah wujud akhlak yang zahir, sedangkan perilaku yang membentuk karakter adalah wujud akhlak yang batin.

Rasulullah SAW bersabda, "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah mukmin yang paling baik akhlaknya." (HR Abu Hurairah). Siapa yang harus di tiru oleh siswa? "Guru". Siapa yang harus di tiru oleh guru? " Rasulullah S.A.W". Guru yang memiliki akhlak mulia adalah guru yang selalu menjadikan Nabi sebagai teladan dalam hidupannya sehingga guru layak menjadi teladan bagi siswanya. Sebab Nabi SAW adalah manusia yang memiliki akhlak mulia. Dan sesungguhnya kamu wahai Muhammad benar-benar memiliki akhlak yang agung (QS al-Qalam [68]: 68). Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya aku diutus Allah ke dunia, tiada lain untuk me ngubah dan membangun masyarakat dengan akhlak yang mulia." (HR Ahmad).

2. Guru harus memiliki sifat keagamaan (diniyyah) yang baik (benar ibadahnya). 

Ibadah dalam hal ini adalah Prioritas sebagai guru. Guru yang benar ibadahnya adalah guru yang dalam menjalankan seluruh aktivitasnya, termasuk dalam mendidik siswa sebagai sarana ibadah kepada-Nya. Sehingga dari ranah ini akan memunculkan sifat guru sepert; Menerima segala problem peserta didik dengan hati dan sikap yang terbuka. Bersikap penyantung dan penyayang (QS. Ali Imran (3) :159). Menghindari dan menghilangkan sikap angkuh terhadap sesama (QS. An-Najm (53): 32). Bersifat rendah hati ketika menyatu dengan sekelompok masyarakat. (QS. Al-Hijr (15): 88). Menjaga kewibawaan dan kehormatan dalam bertindak serta Menghilangkan sifat yang tidak berguna dan sia-sia. Bersifat lemah lembut dalam menghadapi peserta didik yang IQ-nya rendah, serta membinanya sampai pada taraf maksimal dan Meninggalkan sifat marah dalam mengahdapi problem peserta didik. Memperbaiki sikap peserta didik, dan lemah lembut terhadap peserta didik yang kurang lancar bicara. Meninggalkan sifat yang menakutkan bagi peserta didik, terutama pada peserta didik yang belum mengerti atau mengetahui. Berusaha memperhatikan pertanyaan-pertanyaan peserta didik, walaupun pertanyaanya terkesan tidak bermutu atau tidak sesuai dengan masalah yang diajarkan. Menjadikan kebenaran sebagai acuan dalam proses pendidikan, walaupun kebenaran itu datangnya dari peserta didik. Mencegah dan mengontol peserta didik mempelajari ilmu yang membahayakan. (QS. Al-Baqarah (2): 195). Menanamkan sifat ikhlas pada peserta didik, serta terus-menerus mencari imformasi guna disampaikan pada pesertra didik yang pada akhirnya mencapai tingkat taqarrub kepada Allah. (QS. Al-Bayyinah (98): 5). Mengaktualisasikan imformasi yang diajarkan kepada peserta didik. (QS. Al-Baqarah (2): 44, Ash-shaff (61): 2-3).

Guru sebagai ayah ruhaniyah siswa sudah barang tentu jauh berbeda dengan orang tua yang berperan sebagai ayah jasmaniyah siswa.

3. Guru harus mempunyai keyakinan yang mantap (suci akidahnya)

Guru yang memiliki akidah yang suci, bersih akan mempersembahkan semua yang ada dalam dirinya hanya untuk Allah semata, termasuk dalam hal mendidik siswa. Al-Ghazali mengkhususkan guru dengan sifat-sifat kesucian dan kehormatan dan menempatkan guru langsung sesudah kedudukan Nabi seperti contoh sebuah syair yang diungkapkan oleh syauki yang berbunyi: "berdirilah dan hormatilah guru dan berilah ia penghargaan, seorang guru itu hampir saja merupakan seorang Rasul".

Seorang guru yang baik adalah guru yang berpegang teguh kepada prinsip yang diucapkannya, serta berupaya untuk merealisasikannya sedemikian rupa. Dalam hubungan ini Al-Ghazali mengingatkan agar seorang guru jangan sekali-kali melakukan perbuatan yang bertentangan dengan prinsip yang dikemukakannya. Sebaliknya jika hal itu dilakukan akan menyebabkan seorang guru kehilangan wibawanya. Ia akan menjadi sasaran penghinaan dan ejekan yang pada gilirannya akan menyebabkan ia kehilangan kemampuan dalam mengatur murid-muridnya. Ia tidak akan mampu lagi mengarahkan atau memberi petunjuk kepada murid-muridnya.

Orang bertakwa memiliki kesadaran moral dan keimanan yang mantap. Hal tersebut tecermin dalam perilakunya yang mulia dan memberikan manfaat kepada orang lain. Pendidik karakter itu jujur hatinya dan benar ucapannya (QS al-Baqarah: 177), orang yang bisa mengemban amanah dan menepati janji (QS al-Mu'minun: 8)

4. Guru mesti Intelek (Pembimbing dan Pemikir).

Guru yang berkarakter adalah Uptodate guru mau belajar dan belajar serta meng ajarkannya sehingga ilmunya bermanfaat . Dalam kaitannya mengajarkan ini lebih menekankan pada pola pembimbingan sehingga anak lebih cepat memahami dan menyerap ilmu sang guru. Maka, Katakanlah: Apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu?" (QS az-Zumar [39]: 9).

5. Guru harus Wira'i (sabar dan kuat melawan nafsu duniawi).

 Di antara karakter guru yang berkarakter adalah guru yang dapat mengendalikan hawa nafsu dan emosinya, bukan yang malah memperturuti nafsunya dengan sering marah-marah. Dalam hal ini, Nabi SAW bersabda, Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya tunduk pada ajaran Islam yang aku bawa (HR Hakim), bersikap istiqamah dalam kesabaran (QS Yusuf: 90), mampu menaklukkan hawa nafsu dan berjiwa pemaaf (QS Ali Imran: 134), serta sosok yang mudah dinasihati dan cepat sadar kalau berbuat keliru (QS Ali Imran: 135).

6. Guru Juga Penjaga Waktu.

Kemampuan memanfaatkan waktu adalah tanda sebagai guru yang produktif. Disiplin lebih tinggi nilainya, makanya guru setiap kali memerintahkan kepada siswanya untuk selalu disiplin. Disiplin berarti bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu. Nabi SAW bersabda, Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum tua mu, masa sehatmu sebelum sakit mu, masa kayamu sebelum miskin mu, masa luangmu sebelum sibukmu, dan masa hidupmu sebelum mati mu (HR Hakim).

7. Guru harus kaya (mampu memenuhi kebutuhan sendiri).

Guru yang berkarakter adalah guru yang mampu hidup mandiri, bukan menjadi beban orang lain sehingga guru dapat fokus mendidik peserta didik. Dalam hal ini, Nabi SAW bersabda, Tidak ada penghasilan yang lebih baik bagi seorang laki-laki dari pada bekerja sendiri dengan kedua tangannya (HR Ibnu Majah).

8. Guru harus tertib dalam urusannya.

Keteraturan dalam segala hal adalah karakter yang harus melekat dalam diri seorang guru yang dibuktikan dengan kerapian administrasi pengajaran. Tidak kah engkau lihat bahwa orang yang tertib mampu menjalankan urusannya dengan lancar. Jangan paksakan siswa tertib administrasi belajarnya jika guru sendiri belum bisa teratur administrasinya.

9. Guru harus menyampaikan Ilmunya.

Guru sebagai pendidik, pengajar, sekaligus sebagai pembimbing tidak boleh mempunyai sifat tebang pilih terhadap siswanya. Bilaman siswa membutuhkan bimbingan maka guru dalam segala sikap rela menyampaikan ilmunya. "Sampaikan olehmu dariku walau hanya satu ayat" begitulah seperti yang disabdakan nabi Muhammad.

10. Guru harus selalu bermanfaat di setiap saat.

Bermanfaat bagi orang lain. Jelas guru harus selalu dapat memberikan manfaat kepada orang lain, khususnya kepada peserta didik. Nabi SAW bersabda, Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia (HR Ahmad, Thabrani, dan Daruqutni).

Sebenarnya tidak hanya 10 karakter saja yang harus melekat pada jiwa seorang guru tentu masih banyak karakter yang lainnya. Namun 10 karakter tersebut hanya sebagai motivasi untuk membentuk pendidikan yang memang berkarakter sebagaimana termaktub dalam tujuan pendidikan karakter.

Click to comment