-->

Tulislah kata kunci yang Anda cari, Enter

author photo
By On
Mungkin Anda juga pernah mengalami kehilangan siswa dari data Dapodik, jadi tidak usah panik karena siswa cuma hilang dari Dapodik bukan hilang dari sekolah 😄😄😄. Kejadian tersebut saya alami juga setelah melakukan update aplikasi Dapodik versi 2020.a Patch 1, tiba-tiba ada beberapa siswa yang hilang.
Cara Mengembalikan Siswa Hilang Dari Dapodik
Sebelumnya saya tidak pernah melakukan pemutasian siswa, setelah saya lihat pada menu jumlah peserta didik per rombel ternyata ada 3 siswa yang dimutasikan.

Hilangnya siswa tersebut ternyata dimutasikan secara otomatis oleh system, mungkin kejadian ini hasil dari bug aplikasi Dapodik versi 2010.a sebelum rilis patch 1. Nah, untuk mengembalikan siswa yang hilang tersebut kedalam aplikasi Dapodik maka harus melakukan tarik PD ulang.

Tarik PD ulang disini bukan menambahkan peserta didik secara manual maupun menarik peserta didik dari sekolah asalnya lagi, namun hanya mengembalikan data siswa saja karena data siswa sebenarnya masih tersimpan di data sekolah kita.

Cara mengembalikan siswa yang hilang dari Dapodik sangat mudah. Perhatikan langkah dibawah ini :

Pertama, Anda harus masuk ke laman manajemen data Dikdasmen https://data.dikdasmen.kemdikbud.go.id/

Kedua, pada menu "Peserta Didik" pilih tombol "Tambah Peserta Didik", selanjutnya pilih menu "Pindah/Mutasi".

Ketiga, pada pilihan sekolah asal, silahkan pilih "sekolah Anda sendiri" Klik tampilkan data siswa.

Keempat, tentukan "Tujuan Rombel". Rombel tujuan ini jangan sampai salah karena siswa nanti akan masuk langsung ke rombel tujuan. Kemudian centang siswa yang dipilih dan klik "Simpan".

Jika siswanya berbeda rombel maka lakukan satu persatu sesuai dengan rombel tujuannya.

Kelima, Lakukan sinkronisasi Dapodik maka siswa yang hilang sudah masuk kembali.

Jika Anda mempunyai cara lain mengembalikan siswa hilang dari Dapodik, silahkan share di kotak komentar.

Update :
Ternyata hilangnya siswa pada aplikasi Dapodik terkena dampak dari "Cleansing" pembesihan data Dapodikdasmen erhadap data siswa yang terindikasi berganda baik berganda dalam satu sekolah (satu orang siswa terdaftar/aktif lebih dari satu rombel dalam satu sekolah), maupun berganda antar sekolah (satu siswa terdaftar/aktif pada lebih dari satu sekolah).

Cara dari Dapodikdasmen mengembaikan siswa hilang karena terindikasi data ganda

  1. Sekolah melakukan sinkronisasi atau jika diperlukan melakukan install ulang Aplikasi Dapodikdasmen;
  2. Untuk data siswa yang berganda dalam satu sekolah, maka setelah sinkronisasi data salah satu siswa yang berganda akan terhapus;
  3. Untuk data siswa yang berganda antar sekolah, maka setelah sinkronisasi kedua data siswa akan dikeluarkan dari aplikasi Dapodik di kedua sekolah dengan status keluar Mutasi dan alasan keluar Terdeteksi Siswa Berganda pada sub-menu PD Keluar;
  4. Selanjutnya sekolah yang mengklaim bahwa siswa yang datanya berganda tersebut adalah benar siswa di sekolahnya dan bermaksud untuk memasukkan kembali ke aplikasi Dapodiknya maka sekolah dapat menghubungi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi untuk melakukan pembatalan siswa keluar melalui manajemen Dapodikdasmen Dinas Pendidikan (https://data.dikdasmen.kemdikbud.go.id:2019).

7 komentar

avatar

terimakasih tutorialnya, sangat bermanfaat...

avatar

Terimakasih tutorialnya, sangat bermanfaat

avatar

Sama sama bu yeni purwati semoga membantu sesama ops

avatar

kalo pada aplikasi dapodik versi 2021 cara mengembalikan siswa yang keluar sendiri dari rombel bagaimana nggeh?

avatar

Dapodik 2021 kabanyakan kasusnya adalah siswa mutasi salah rombel. Jika siswa mutasi Coba dicari dikelas 1 SD, 8 SMP, 10 SMA. Jika sudah ditemukan maka untuk bisa masuk ke rombel tujuan silahkan menghubungi OP Dinas.

avatar

data.dikdasmen.kemdikbud.go.id tidak bisa dibuka bagaimana solusinya?

avatar

Jika tidak bisa dibuka jalan satu satunya ya ke dinas pendidikan pak/bu.Kelemahannya jika jarak tempuh dinas sangat jauh.

Sebaiknya OPS punya kontak person dengan operator dinas pendidikan setempat untuk memudahkan komunikasi.

Click to comment