
Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA/MA dan SMK/MAK menjadi salah satu asesmen penting yang perlu dipahami oleh siswa kelas akhir, guru, orang tua, dan sekolah. Agar persiapan tidak hanya berfokus pada latihan soal, siswa perlu memahami kisi-kisi TKA, materi yang diukur, kompetensi yang diuji, serta karakteristik soal.
Kisi-kisi TKA tidak sekadar berisi daftar materi yang harus dipelajari. Kerangka asesmen juga menggambarkan kemampuan yang harus dikuasai siswa ketika menghadapi berbagai bentuk permasalahan. Karena itu, strategi belajar TKA sebaiknya diarahkan pada pemahaman konsep, penerapan, penalaran, analisis, dan kemampuan membaca informasi.
Artikel ini merupakan pembaruan dari pembahasan kisi-kisi TKA SMA/MA dan SMK/MAK berdasarkan kerangka asesmen yang diterbitkan Pusat Asesmen Pendidikan. Bagi sekolah yang sedang mempersiapkan pelaksanaan TKA 2026, informasi ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan untuk menyusun strategi pembelajaran dan latihan siswa.
Apa Itu Kisi-Kisi TKA?
Kisi-kisi TKA adalah kerangka yang menggambarkan materi, kompetensi, konteks, dan karakteristik kemampuan yang diukur dalam Tes Kemampuan Akademik. Dengan memahami kerangka tersebut, siswa dapat mengetahui jenis kemampuan yang perlu dilatih, bukan sekadar menghafalkan materi.
Untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK, Pusat Asesmen Pendidikan menyediakan kerangka asesmen untuk berbagai mata pelajaran. Contohnya, TKA Bahasa Indonesia berfokus pada keterampilan membaca, sedangkan TKA Bahasa Inggris mengukur kemampuan membaca berbagai jenis teks dalam konteks sehari-hari, vokasional, dan akademik.
Karena itu, siswa yang sedang mempersiapkan TKA 2026 sebaiknya tidak hanya mengandalkan kumpulan soal tahun sebelumnya. Latihan perlu disesuaikan dengan kompetensi yang memang diukur dalam kerangka asesmen terbaru.
Mengapa Siswa Perlu Memahami Kisi-Kisi TKA?
Memahami kisi-kisi TKA membantu siswa menentukan prioritas belajar. Tanpa mengetahui kompetensi yang diukur, siswa berisiko menghabiskan banyak waktu untuk menghafal materi yang kurang relevan dengan karakter soal.
Kisi-kisi juga membantu guru mengarahkan latihan pada kemampuan berpikir yang lebih tepat. Misalnya, pada beberapa mata pelajaran siswa tidak cukup hanya mengetahui definisi atau rumus, tetapi harus mampu menggunakan konsep tersebut untuk menyelesaikan persoalan dalam konteks tertentu.
Bagi sekolah, pemahaman terhadap kisi-kisi dapat digunakan untuk menyusun program pendampingan peserta TKA, pemetaan kemampuan awal, latihan soal, serta evaluasi kesiapan siswa sebelum mengikuti asesmen.
Struktur Umum Kisi-Kisi TKA SMA/MA dan SMK/MAK
Secara umum, kerangka asesmen TKA dapat dipahami melalui beberapa komponen utama, yaitu muatan atau materi, kompetensi, konteks, level kemampuan, dan bentuk soal.
Materi menunjukkan ruang lingkup yang dapat muncul dalam asesmen. Kompetensi menjelaskan kemampuan yang harus ditunjukkan siswa. Sementara itu, bentuk soal menentukan bagaimana kemampuan tersebut disajikan kepada peserta.
Dengan demikian, mempelajari kisi-kisi TKA berarti mempelajari apa yang diukur sekaligus bagaimana kemampuan tersebut dapat diuji.
Mata Pelajaran TKA SMA/MA
Untuk jenjang SMA/MA/sederajat, Pusat Asesmen Pendidikan menyediakan kerangka asesmen untuk mata pelajaran wajib dan pilihan.
Mata pelajaran wajib yang tersedia dalam kerangka TKA antara lain Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Selain itu terdapat berbagai mata pelajaran pilihan yang dapat dipelajari sesuai ketentuan penyelenggaraan TKA.
Bagi siswa yang akan mengikuti seleksi perguruan tinggi, pemilihan mata pelajaran TKA juga perlu dipertimbangkan secara strategis. Informasi mengenai keterkaitan mata pelajaran dengan program studi dapat dipelajari melalui artikel Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025 tentang Mata Pelajaran Pendukung SNBP.
Kisi-Kisi TKA Bahasa Indonesia
TKA Bahasa Indonesia SMA/MA berfokus pada keterampilan membaca. Materi yang digunakan dapat berupa teks informasi tunggal maupun jamak dan teks fiksi.
Kemampuan yang perlu dilatih siswa bukan hanya menemukan informasi yang tertulis secara langsung. Siswa juga perlu mampu memahami informasi tersirat, menyusun informasi, membuat kesimpulan, dan mengevaluasi isi teks.
Karena itu, latihan TKA Bahasa Indonesia sebaiknya memperbanyak aktivitas membaca teks dengan berbagai topik dan kemudian menjawab pertanyaan yang membutuhkan pemahaman tekstual, inferensial, serta evaluasi.
Kisi-Kisi TKA Matematika
TKA Matematika mengukur kemampuan siswa dalam memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur matematika serta menggunakannya dalam menyelesaikan permasalahan.
Latihan matematika untuk TKA tidak seharusnya hanya berorientasi pada hafalan rumus. Siswa perlu memahami hubungan antarkonsep dan mampu menerapkan konsep matematika dalam situasi yang berbeda.
Oleh sebab itu, strategi latihan dapat dilakukan melalui soal bertahap, mulai dari pemahaman konsep, penerapan prosedur, hingga soal yang menuntut penalaran dan pemecahan masalah.
Kisi-Kisi TKA Bahasa Inggris
TKA Bahasa Inggris mengukur keterampilan membaca berbagai jenis teks dalam konteks komunikasi sehari-hari, vokasional, dan akademik.
Jenis teks yang digunakan antara lain descriptive, recount, narrative, procedure, dan analytical exposition. Untuk kemampuan membaca, siswa dilatih memahami informasi eksplisit, menarik kesimpulan dari informasi tersirat, serta melakukan evaluasi terhadap isi teks.
Teks TKA Bahasa Inggris juga memiliki tingkat kompleksitas tertentu. Karena itu, siswa sebaiknya membiasakan diri membaca teks berbahasa Inggris secara rutin, bukan hanya menghafalkan kosakata secara terpisah.
TKA Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Tingkat Lanjut
Selain mata pelajaran wajib, terdapat pula kerangka asesmen untuk mata pelajaran tingkat lanjut. TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut tetap berfokus pada kemampuan membaca, tetapi menggunakan teks dengan kompleksitas yang lebih tinggi.
Sementara itu, TKA Bahasa Inggris Tingkat Lanjut menggunakan antara lain teks exposition dan discussion dengan konteks sehari-hari, vokasional, dan akademik. Kemampuan yang dinilai mencakup pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi.
Artinya, siswa yang memilih mata pelajaran tingkat lanjut perlu mempersiapkan kemampuan membaca dan berpikir yang lebih kompleks.
Contoh Mata Pelajaran Pilihan TKA
Mata pelajaran pilihan pada jenjang SMA/MA dapat mencakup berbagai bidang sesuai kerangka asesmen yang tersedia. Di antaranya terdapat Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut, Bahasa Inggris Tingkat Lanjut, serta mata pelajaran lainnya sesuai ketentuan.
Setiap mata pelajaran mempunyai kerangka asesmen masing-masing. Oleh karena itu, siswa sebaiknya membuka kerangka mata pelajaran yang benar-benar dipilih dan mempelajari muatan serta kompetensi yang tercantum di dalamnya.
Sebagai contoh, TKA Fisika tidak hanya menguji pemahaman teori. Kerangka asesmennya juga mencakup penerapan prinsip fisika, analisis dan evaluasi fenomena, serta keterampilan proses sains.
TKA untuk SMK/MAK
Siswa SMK/MAK juga perlu memahami bahwa persiapan TKA tidak dapat disamakan begitu saja dengan siswa SMA.
Selain mata pelajaran wajib, terdapat ketentuan dan pilihan mata pelajaran yang perlu diperhatikan oleh peserta didik SMK/MAK. Karena itu, sekolah perlu memastikan pilihan mata pelajaran siswa sesuai ketentuan yang berlaku dan mempertimbangkan rencana pendidikan atau karier setelah lulus.
Informasi mengenai hubungan TKA dengan pilihan program studi juga penting bagi siswa SMK yang berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Level Kemampuan yang Perlu Dilatih
Salah satu kesalahan dalam mempersiapkan TKA adalah siswa hanya berlatih soal yang menguji kemampuan mengingat.
Padahal, karakter asesmen dapat menuntut kemampuan yang lebih tinggi, seperti memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan menarik kesimpulan. Pada beberapa mata pelajaran, kemampuan tersebut diterapkan dalam konteks kehidupan sehari-hari, akademik, vokasional, maupun permasalahan tertentu.
Oleh karena itu, semakin tinggi kemampuan siswa dalam memahami informasi dan menghubungkan beberapa konsep, semakin siap pula siswa menghadapi soal yang membutuhkan penalaran.
Bentuk Soal TKA
Bentuk soal TKA dapat menggunakan beberapa model, termasuk pilihan ganda sederhana dan pilihan ganda kompleks sesuai karakteristik mata pelajaran dan kompetensi yang diukur.
Pada pilihan ganda kompleks, siswa dapat menghadapi pertanyaan yang membutuhkan lebih dari satu keputusan atau penilaian terhadap beberapa pernyataan.
Karena itu, siswa perlu membaca perintah soal dengan teliti. Jangan langsung memilih jawaban hanya karena menemukan satu pernyataan yang terlihat benar.
Apakah Kisi-Kisi TKA Sama dengan Daftar Soal?
Tidak.
Kisi-kisi atau kerangka asesmen bukanlah kumpulan soal yang akan keluar secara persis pada saat TKA. Kisi-kisi berfungsi memberikan gambaran mengenai ruang lingkup materi dan kemampuan yang akan diukur.
Karena itu, siswa sebaiknya tidak mencari atau menghafalkan “bocoran soal TKA”. Strategi yang lebih aman adalah memahami kompetensi yang diukur dan berlatih dengan berbagai soal yang memiliki karakteristik serupa.
Pusat Asesmen Pendidikan juga menyediakan contoh dan latihan melalui platform resmi sehingga siswa dapat membiasakan diri dengan karakter asesmen.
Cara Belajar Berdasarkan Kisi-Kisi TKA
Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan siswa agar belajar lebih terarah.
Pertama, petakan mata pelajaran yang akan diikuti. Setelah mengetahui mata pelajaran, cari kerangka asesmen resmi untuk setiap mata pelajaran tersebut.
Kedua, petakan materi yang belum dikuasai. Jangan hanya melihat nilai latihan, tetapi identifikasi konsep apa yang menyebabkan kesalahan.
Ketiga, latih kemampuan membaca soal. Banyak soal TKA menggunakan konteks atau stimulus yang cukup panjang sehingga kemampuan memahami informasi menjadi sangat penting.
Keempat, biasakan mengerjakan soal kontekstual. Jangan hanya mengerjakan soal yang bentuknya sama dengan contoh yang pernah dipelajari.
Kelima, lakukan evaluasi setelah latihan. Setiap kesalahan harus digunakan untuk mengetahui kelemahan konsep atau cara berpikir siswa.
Strategi Guru Mempersiapkan Siswa Menghadapi TKA
Guru dapat menggunakan kisi-kisi TKA sebagai dasar untuk melakukan pemetaan kemampuan peserta didik.
Latihan tidak harus selalu berbentuk tryout penuh. Guru dapat memasukkan soal berkarakter TKA ke dalam pembelajaran reguler sehingga siswa terbiasa membaca stimulus, menemukan informasi penting, menghubungkan konsep, dan memberikan alasan terhadap jawabannya.
Sekolah juga dapat membuat jadwal latihan bertahap. Misalnya, tahap awal digunakan untuk pemetaan kemampuan, tahap kedua untuk penguatan konsep, dan tahap berikutnya untuk latihan soal serta simulasi.
Dengan strategi tersebut, persiapan TKA tidak menjadi kegiatan belajar tambahan yang terpisah dari pembelajaran, tetapi menjadi bagian dari penguatan kompetensi siswa.
Hubungan Kisi-Kisi TKA dengan SNBP
Bagi siswa kelas akhir yang ingin mengikuti SNBP, pemilihan mata pelajaran TKA perlu diperhatikan sejak awal.
Jangan memilih mata pelajaran hanya karena dianggap mudah. Siswa perlu mempertimbangkan mata pelajaran yang telah dipelajari, kemampuan akademik, minat, serta rencana program studi yang dituju.
Pembahasan lebih lengkap mengenai hubungan nilai TKA dan SNBP dapat dilihat pada artikel Hubungan Nilai Rapor dan TKA di SNBP, sedangkan daftar mata pelajaran pendukung program studi dapat dipelajari melalui artikel Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025: Aturan Baru Mata Pelajaran Pendukung SNBP.
Persiapan Sekolah Menghadapi TKA 2026
Persiapan TKA bukan hanya tanggung jawab siswa. Sekolah juga perlu memastikan data peserta, kesiapan perangkat, jaringan, pembagian sesi, serta koordinasi antara operator, guru, wali kelas, dan peserta didik berjalan dengan baik.
Untuk mengetahui tahapan dan jadwal terbaru TKA dan AN 2026, sekolah dapat membaca artikel Jadwal TKA dan Sulingjar 2026 Terbaru di IJ.COM.
Jadwal perlu dipantau secara berkala karena informasi teknis dapat mengalami penyesuaian berdasarkan kebijakan resmi penyelenggara.
Checklist Persiapan TKA untuk Siswa
Sebelum pelaksanaan TKA, siswa dapat menggunakan checklist berikut:
- Memastikan sudah mengetahui mata pelajaran TKA yang akan diikuti.
- Mempelajari kerangka asesmen resmi.
- Memetakan materi yang belum dikuasai.
- Membiasakan membaca soal berbasis stimulus.
- Berlatih soal pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks.
- Melakukan evaluasi terhadap kesalahan.
- Mengikuti simulasi yang diselenggarakan sekolah.
- Mempersiapkan perangkat dan akun jika diperlukan.
- Memantau informasi resmi mengenai jadwal dan pelaksanaan TKA.
Jangan Belajar TKA dengan Cara Menghafal Saja
TKA sebaiknya tidak dipandang sebagai ujian yang dapat ditaklukkan hanya dengan menghafalkan sebanyak mungkin materi.
Siswa perlu membangun kemampuan memahami informasi, menerapkan konsep, melakukan penalaran, menganalisis permasalahan, serta mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang tersedia.
Inilah alasan mengapa latihan soal TKA sebaiknya disertai pembahasan. Siswa bukan hanya mengetahui bahwa jawabannya salah, tetapi harus memahami mengapa jawaban tersebut salah dan konsep apa yang seharusnya digunakan.
Kesimpulan
Kisi-kisi TKA SMA/MA dan SMK/MAK merupakan kerangka penting untuk memahami materi dan kompetensi yang akan diukur dalam Tes Kemampuan Akademik.
Persiapan TKA yang efektif tidak cukup hanya dengan menghafal materi. Siswa perlu memahami konsep, mampu menerapkannya dalam berbagai konteks, membaca stimulus dengan teliti, menarik kesimpulan, serta melakukan analisis dan evaluasi.
Guru dan sekolah juga dapat memanfaatkan kerangka asesmen sebagai dasar untuk menyusun latihan, melakukan pemetaan kemampuan, dan memberikan pendampingan kepada siswa.
Untuk mendapatkan hasil persiapan yang lebih baik, gunakan kerangka asesmen resmi dari Pusat Asesmen Pendidikan sebagai sumber utama dan jadikan artikel pendukung di IJ.COM sebagai bahan penjelasan tambahan.
FAQ Kisi-Kisi TKA SMA/MA & SMK/MAK
1. Apa yang dimaksud dengan kisi-kisi TKA?
Kisi-kisi TKA merupakan kerangka yang memberikan gambaran mengenai materi, kompetensi, dan karakteristik kemampuan yang diukur dalam Tes Kemampuan Akademik.
2. Apakah kisi-kisi TKA sama dengan bocoran soal?
Tidak. Kisi-kisi bukan bocoran soal. Kisi-kisi memberikan gambaran mengenai kemampuan dan ruang lingkup yang akan diukur.
3. Apakah siswa harus menghafal semua materi?
Tidak. Selain memahami materi, siswa perlu melatih kemampuan menerapkan konsep, membaca informasi, bernalar, menganalisis, dan mengevaluasi.
4. Apakah TKA Bahasa Indonesia hanya menguji tata bahasa?
Tidak. Kerangka TKA Bahasa Indonesia berfokus pada keterampilan membaca, termasuk memahami informasi tersurat dan tersirat serta mengevaluasi isi teks.
5. Apakah TKA Bahasa Inggris menggunakan teks panjang?
TKA Bahasa Inggris menggunakan teks dengan karakteristik dan tingkat kompleksitas tertentu. Siswa perlu membiasakan diri membaca teks dan memahami informasi yang tersurat maupun tersirat.
6. Di mana mendapatkan kerangka asesmen TKA resmi?
Kerangka asesmen dapat dipelajari melalui laman resmi Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen. Siswa juga dapat menggunakan platform resmi latihan TKA yang disediakan pemerintah.
7. Bagaimana cara memilih mata pelajaran pilihan TKA?
Pemilihan sebaiknya mempertimbangkan ketentuan TKA, mata pelajaran yang telah dipelajari, kemampuan siswa, minat, serta rencana pendidikan atau program studi yang dituju.
8. Apakah kisi-kisi TKA dapat berubah?
Ketentuan dan teknis penyelenggaraan dapat diperbarui oleh pemerintah. Karena itu, siswa dan sekolah sebaiknya selalu mengecek informasi terbaru dari kanal resmi Kemendikdasmen dan Pusat Asesmen Pendidikan.
