-->

Tulislah kata kunci yang Anda cari, Enter

author photo
By On
Ringkasan Eksekutif Hasil Ujian Nasional 2019 SMA, MA, dan SMK Puspendik sebagai masukan untuk pembelajaran di sekolah dalam menghadapi UN/UNBK 2019/2020. Sangat bermanfaat untuk dibaca, jika Bapak/Ibu guru belum memiliki silahkan download filenya di bawah.
Ringkasan Eksekutif Analisis Soal UN 2019 SMA/MA/SMK Puspendik
Ujian Nasional (UN) bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Salah satu kegunaan hasil UN adalah pembinaan kepada satuan pendidikan untuk peningkatan mutu pendidikan.

Setiap tahun Pusat Penilaian Pendidikan mempublikasikan hasil UN dalam bentuk aplikasi analisis hasil UN yang didistribusikan ke dinas pendidikan. Hasil UN juga dapat diakses melalui laman https://hasilun.puspendik.kemdikbud.go.id.

Hasil UN tersebut telah dimanfaatkan antara lain oleh Ditjen Dikdasmen untuk memberikan bimbingan kepada sekolah-sekolah dengan capaian UN yang belum optimal. Selain itu, sebagian dinas pendidikan dan sekolah juga telah memanfaatkan hasil UN untuk pembinaan guru.

Ringkasan Eksekutif ini melengkapi publikasi hasil UN yang telah ada. Oleh karena itu Ringkasan ini tidak melaporkan semua kompetensi yang diujikan, namun mengangkat beberapa topik atau kompetensi yang dikuasai dan yang belum dikuasai siswa beserta rekomendasi pembelajaran.
Dalam Ringkasan ini disajikan contoh soal beserta pembahasan soal untuk jenjang SMA dan SMK.

Dengan mengetahui perbaikan yang harus dilakukan oleh guru maupun sekolah, diharapkan kompetensi yang sudah dikuasai sebagian besar siswa akan dikuasai oleh seluruh siswa; sedangkan untuk kompetensi yang belum dikuasai sebagian besar siswa akan dapat ditingkatkan penguasaannya melalui perbaikan pembelajaran. Pada akhirnya diharapkan mutu lulusan yang berikutnya dapat lebih meningkat.

Dikutip secara langsung dari prakata ringkasan eksekutif Hasil Ujian Nasional 2019 SMA, MA, dan SMK.

Contoh Analisis soal Fisika - SMA/MA IPA
Soal UN mata pelajaran Fisika SMA/MA 2019 mengukur capaian kognitif pada level Pengetahuan dan Pemahaman, Aplikasi/Penerapan, dan Penalaran, dalam lingkup materi: a) Mekanika, b) Gelombang dan Optik, c) Termodinamika, d) Listrik, Magnet, dan Fisika Modern.

Berdasarkan kajian terhadap hasil analisis Ujian Nasional 2019, soal-soal pengetahuan/pemahaman seperti pada contoh soal nomor 1 maupun aplikasi (penerapan) yang dominan mengingat konsep atau menerapkan rumus untuk menentukan besaran fisis tertentu seperti pada contoh soal nomor 3, lebih mudah bagi Siswa dibandingkan dengan soal-soal konseptual yang membutuhkan penalaran seperti contoh soal nomor 5 dan 6.

Soal-soal dengan konteks yang sudah dikenal Siswa (familier) dan sering ditemukan dalam ujian-ujian sebelumnya atau dalam latihan di sekolah menjadi soal rutin, pada umumnya dapat dijawab benar oleh Siswa. Namun, permasalahan sederhana dalam soal dengan konteks yang sudah dikenal ketika disajikan dalam format soal yang tidak biasa, dan penyelesaiannya memerlukan prosedur yang tidak rutin (tidak biasa) ternyata menjadi sulit bagi Siswa seperti pada contoh soal nomor 6. Siswa mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan soal-soal yang dilengkapi dengan tabel, gambar, diagram, dan grafik. Siswa belum terampil mengolah informasi yang disajikan dalam tampilan tersebut, misalnya pada contoh soal nomor 2, 4, dan 5. Siswa belum memahami konsep fisika secara terintegrasi sehingga sulit menyelesaikan permasalahan yang mengaitkan berbagai konsep fisika.

Pada pembelajaran Fisika SMA/MA, Siswa perlu dilatih keterampilan multirepresentasi, meliputi verbal (dalam bentuk kalimat), visual (gambar, bagan, diagram, tabel, grafik), simbolis (simbol, kode, lambang), dan matematis (persamaan atau formula).

Keterampilan multirepresentasi tidak efektif jika hanya diajarkan, tetapi akan lebih efektif jika dilakukan dalam bentuk latihan atau penugasan. Model pembelajaran yang secara utuh melatihkan keterampilan multirepresentasi adalah model-model pembelajaran yang berbasis aktivitas, baik hands-on activities maupun minds-on activities.

Pembelajaran juga harus didesain bersifat kontekstual, dengan mengaitkan berbagai konsep yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari, sehingga Siswa belajar konsep secara terpadu, saling dikaitkan antar konsep agar mampu menjelaskan fenomena kehidupan dan menyelesaikan permasalahan otentik/nyata. Inquiry, discovery, problem-based, dan project-based learning merupakan model-model pembelajaran yang tepat untuk diterapkan.

Soal-soal yang digunakan dalam penilaian Fisika SMA/MA di sekolah sebaiknya tidak hanya dominan pada level pengetahuan/pemahaman dan aplikasi yang menekankan pada penggunaan rumus dan perhitungan numerik. Soal-soal dengan karakteristik tersebut hanya mengukur prosedur rutin, yang tidak mendorong tumbuhnya keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills).

Soal Fisika SMA/MA harus lebih banyak mengukur kemampuan penalaran dan menggunakan konteks atau stimulus yang tidak rutin/familier.

Strategi dalam mengembangkan soal penalaran adalah dengan menyajikan data dan informasi dalam bentuk tabel data, gambar, dan grafik, sehingga Siswa menginterpretasi visualisasi tersebut terlebih dahulu dan mendapatkan informasi yang cukup untuk menyelesaikan permasalahan.

Sebaiknya siswa juga diberikan soal-soal yang bervariasi untuk tiap-tiap materi sehingga siswa tidak terpaku pada satu jenis soal dan prosedur penyelesaiannya. Soal Fisika SMA/MA juga perlu dirancang untuk menerapkan beberapa konsep secara terintegrasi, karena pada dasarnya aplikasi konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari tidaklah terpisah-pisah

Contoh Soal Fisika Level Pengetahuan dan Pemahaman
Contoh Soal 1 :
Perhatikan pernyataan berikut!
(1) dapat dipantulkan
(2) dapat dibiaskan
(3) dapat dipolarisasikan
(4) merambat memerlukan medium
(5) bentuk gelombang longitudinal
Pernyataan yang merupakan ciri-ciri gelombang cahaya adalah ....
A. (1), (2), dan (3)
B. (1), (3), dan (4)
C. (1), (4), dan (5)
D. (2), (3), dan (4)
E. (3), (4), dan (5)

Pembahasan Jawaban:
Sifat-sifat gelombang cahaya antara lain:
1. Dapat mengalami pemantulan (refleksi);
2. Dapat bergabung dengan gelombang sejenis (interferensi);
3. Dapat mengalami pelenturan (difraksi);
4. Merupakan gelombang transversal, dimana arah rambatnya tegak lurus dengan arah getarnya;
5. Termasuk gelombang elektromagnetik, dimana gelombang cahaya dapat merambat melalui
ruang hampa udara (tidak memerlukan medium perambatan);
6. Dapat mengalami pengkutuban (polarisasi)
Kunci Jawaban : A

Pembahasan:
Soal ini dapat dijawab benar oleh 77% siswa. Soal ini menguji pemahaman siswa terhadap sifatsifat gelombang cahaya. Sifat-sifat gelombang transversal / longitudinal / bunyi / cahaya merupakan topik yang familier dalam pembelajaran mengenai gelombang cahaya. Siswa yang tidak dapat menjawab soal ini dengan benar kemungkinan tidak memahami bahwa gelombang cahaya memiliki kemiripan sifat dengan gelombang elektromagnet dan gelombang transversal.

Click to comment