Tulislah kata kunci yang Anda cari, Enter

author photo
By On

Dalam daftar perubahan pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2020.b dikatakan salah satu perbaikannya adalah perubahan alur proses sinkronisasi, yang berhak melakukan proses sinkronisasi adalah peran Kepala Sekolah. Intinya setelah melakukan perbaikan data, Anda menghubungi kepala sekolah untuk melakukan sinkronisasi Dapodik.
Sinkron Dapodik Hak Kepala Sekolah? PRETTTT
Pertanyaannya, Mau kah kepala sekolah melakukan sinkronisasi dapodik?

Karena sebab keniscayaan ini saya hanya bisa berkata PRETTTT 😁😁😁. Lah, kan dari dulunya kewenangan sinkronisasi adalah hak kepala sekolah. Nyatanya tidak semanis ekspektasinya. Ujung-ujungnya akan semakin membuat ribet operator sekolah.

Sebagai gambaran pembaruannya bisa dibilang baguslah buat operator sekolah karena sinkronisasi langsung memakai akun kepala sekolah dan dilakukan oleh kepala sekolah, tentu akan ada sedikit kontroling data dari kepala sekolah, hanya saja jika perbaikan ini bisa diterapkan dengan semestinya dan bukan hanya sebatas slogan dari pembaruan aplikasi Dapodik.

Sebenarnya mau ketawa takut dosa karena membayangkan kepala sekolah bisa merasakan begadang ria tengah malam dalam melakukan sinkronisasi data Dapodik nantinya seperti halnya yang dirasakan oleh operator sekolah selama ini 😜. Belum lagi membayangkan masalah kekuatan mentalnya ketika menghadapi ngambeknya server 😂. Namun hal ini masih sebatas bayangan karena mustahil juga akan dilakukannya.

Sayangnya perbaikan alur proses sinkronisasi oleh kepala sekolah tidak dibarengi dengan kapasitas pemahaman aplikasi Dapodiknya. Kepala Sekolah apapun bahwa intinya sama (emoh mlarat), Anda bisa merasakan karena yang selama ini peran operator sekolah sebagai manusia super multi peran dengan berbagai aplikasi.

Dengan demikian masalah lainnya juga akan muncul jika kepala sekolahnya tidak faham dengan sinkronisasi. Alih-alih tidak melakukan sinkronisasi karena tidak bisa maka akan berdampak pada data validasi Info GTK tunjangan sertifikasi guru.

Dari sebab itu, saya yakin pekerjaan yang hanya sinkron data ini nantinya akan diserahkan juga kepada operator. Tuh kan, masalah sinkron saja menjadi ribet karena operator harus bolak balik membuka akun kepala sekolah untuk sinkron dan akun operator untuk perbaikan datanya.

Jadi, pada Versi 2020.b yang sudah dilakukan beberapa perbaikan, penyesuaian, dan pengembangan fitur yang katanya untuk lebih memudahkan dalam proses pengisian dan pemutakhiran data atau kah justru semakin membuat ribet operator sekolah?

Click to comment