Tulislah kata kunci yang Anda cari, Enter

author photo
By On
Terkait Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tahun 2020 yang akan mengalami perubahan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem mengatakan bahwa USBN dan UN itu dua hal yang berbeda strategi dan tujuannya. UN akan diubah menjadi assessment survey dan USBN akan diubah menjadi US.
USBN 2020 Diubah Menjadi US (Ujian Sekolah)
USBN adalah tes kelulusan bagi siswa akhir jenjang yakni kelas 6 pada sekolah dasar, kelas 9 pada sekolah menengah pertama, dan kelas 12 pada sekolah menengah atas. Namun, tahun 2020, USBN yang berstandar nasional akan diubah menjadi Ujian Sekolah (US).

Beberapa perubahan tersebut adalah soal-soal US akan ditentukan oleh sekolah masing-masing, tidak lagi berstandar nasional. Soal US juga tidak harus tertulis, akan tetapi bisa berupa hasil esai peserta didik, proyek-proyek yang sudah dilaksanakan peserta didik, dan hasil karya, serta portofolio lainnya.

Perubahan ini jelas berbeda dengan soal-soal pada USBN selama ini yang berupa pilihan berganda atau isian singkat. Soal US akan lebih bervariasi karena soal akan dibuat dan ditentukan oleh sekolah sendiri.

Pelaksanaan US akan dikembalikan sepenuhnya pada kesiapan sekolah. Bagi sekolah yang sudah siap dan ingin bergerak maju, diberi peluang sebesar-besarnya untuk berinovasi menyusun soal-soal US. Jika dalam hal pelaksanaan US, sekolah belum siap dalam hal pembuatan soal, sekolah bisa berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat untuk meminta bantua membuat soal.

Kalaupun ada soal tertulis, maka bentuk soalnya bukan mengarah pada jawaban siswa berupa informasi, tetapi lebih pada bagaimana siswa memanfaatkan informasi itu untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa tidak lagi dituntut menghapal, tapi menganalisa informasi yang bisa diterapkan secara konkrit. Ini lebih menuntut kemampuan nalar peserta didik seperti yang telah digariskan pada program Merdeka Belajar.

Dalam pengamatan Kemdikbud masih banyak poin-poin Standar Kompetensi Kelulusan yang tidak terpenuhi dalam soal-soal USBN selama ini. Karena itu, dengan perubahan USBN menjadi US, sekolah mempunyai peluang besar untuk berinovasi agar soal-soal US bisa memenuhi Standar Kompetensi Lulusan.

Dalam membuat soal-soal US, sekolah tetap harus mengacu pada Kurikulum 2013 dan Standar Kompetensi Lulusan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Lain halnya dengan Ujian Nasional (UN). Menurut Nadiem, UN memang merupakan otoritas pemerintah, yang dalam hal ini adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. UN bertujuan untuk menilai kualitas sekolah, termasuk kualitas guru-gurunya.

Hasil UN akan menjadi evaluasi bagi pemerintah untuk mengintervensi sekolah agar punya performance lebih baik. Soal soal UN juga bukan mengarah pada jawaban peserta didik yang informatif semata, bukan yang sifatnya hafalan, tetapi mengarah pada kemampuan siswa menganalisa dan menggunakan nalar secara komprehensif.

Agar masyarakat dan juga sekolah tidak bingung, antara tujuan USBN dan UN, USBN yang kedepan menjadi US, dilakukan diakhir tahun dan terhadap siswa kelas enam, kelas sembilan, dan kelas 12. Sedangkan UN akan dilaksanakan di tengah-tengah. Hasil UN diharapkan jadi evaluasi bagi sekolah dan pemerintah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitasnya. Source Kemdikbud.go.id

Click to comment