Tulislah kata kunci yang Anda cari, Enter

author photo
By On
 Do'a Walidaini (Ibu/Bapak)

Doa merupakan sebuah kata yang tak terhitung maknanya. Untaian doa merupakan rangkaian dari kumpulan harapan setiap insan yang punya angan-angan dan keinginan. Buah dari sepohon doa yang senantiasa disiram dan dipupuk dengan keyakinan akan sangat besar artinya bagi setiap hamba Allah yang beriman dan bertakwa. Apalagi jika doa-doa tersebut telah nyata dikabulkan oleh Allah dalam kehidupan kita.

Inti dari tulisan ini saya tidak menunjukkan bukti nyata dari hasil sebuah do'a namun yang saya tekankan disini adalah fakta bahwa do'a walidaini merupakan do'a yang sangat dimakbulkan oleh Allah sesuai dalam keterangan Al-qur'an maupun Hadis. Hal ini dikarenakan ridha Allah SWT ialah terletak pada ridha orangtua. Dan doa orang tua (ibu/bapak) itu sungguh tanpa batas di hadapan Allah SWT. Mudah menembus langit. Sehingga doa seorang ibu yang ia dipanjatkan untuk anaknya boleh jadi sangat mudah untuk Allah SWT kabulkan.

Dalam Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi (kemakbulannya), yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Al-Quran dan Hadis telah mengajarkan banyak hal tentang keutamaan seorang Ibu. Keutamaan ini yang harus dipahami dan kita ambil hikmahnya. Berikut adalah penjelasannya beserta dalil-dalil yang ada  mengenai sebab keutamaan doa seorang ibu.

Al-Qur'an:
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS :  Al-Ahqaaf : 15)

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS : Luqman : 14)

Hadis:
“Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” ( HR. Bukhari dan Muslim – Riyadhush Shalihin 9/319 )

Hadits Mu'awiyyah bin Jahimah, bahwasannya beliau datang kepada Rasulullah seraya berkata:
"Wahai Rasulullah, aku hendak berperang, kini aku datang untu meminta pendapat engkau. Rasulullah menjawab, 'Apakah engkau mempunyai ibu?'. Jawabnya: iya. Lalu Rasulullah bersabda: Berbuat baiklah kepadanya. Sesungguhnya Surga itu berada di bawah kedua kakinya." Diriwayatkan oleh Nasa'i dan ath Thabarani dan sanadnya hasan. Bahkan Al Hakim menshahihkannya dan disetujui oleh adz Dzahabi dan Al Mundziri. [Syaikh al-Bani]

“Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.”

“Dari Abdullah Ibnu Amar Ibnu al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Termasuk dosa besar ialah seseorang memaki orang tuanya.” Ada seseorang bertanya: Adakah seseorang akan memaki orang tuanya. Beliau bersabda: “Ya, ia memaki ayah orang lain, lalu orang lain itu memaki ayahnya dan ia memaki ibu orang lain, lalu orang itu memaki ibunya.” Muttafaq Alaihi”

Rasionalnya bahwa walidaini khsususnya seorang ibu merupakan pilar yang tidak terbantahkan akan di kabulkannya sebuah do'a sebab:
  1. Ibu yang menjaga merawat anak sejak dalam kandungan sampai dewasa.
  2. Ibu mendapat predikat khusus di hadapan Allah maupun di hadapan Nabi
  3. Orang tua menjadi sebab lahirnya anak
Oleh sebab itu, agar mendapatkan doa terbaik seorang ibu hendaknya kita memanjatkan terus doa untuknya, berbuat yang menyenangkan hatinya serta tidak menyakiti hati ibu. Banyak sekali orang-orang yang sering kali melupakan ibu saat dirinya sudah sukses dan berkembang. Padahal, dibalik kesuksesan diri kita ada seorang ibu yang benar-benar mendukung dan memberikan banyak pengorbanan untuk kita.

Semoga bermanfaat.

Click to comment