-->

Tulislah kata kunci yang Anda cari, Enter

author photo
By On
Fikih Pandemi yang ditawarkan dalam buku ini menjelaskan guidelines beribadah di masa pandemik. Buku ini meng-cover beragam isu ibadah mahdhah dan ghayru mahdhah,ritual agama dan sosial, yang melibatkan banyak orang yang ditengarai akan menjadi media singgah dan penyebaran Covid-19.
Buku Sku Fiqih Pandemi
Kita tentu berharap, buku ini dapat dikembangkan menjadi buku akademik yang lebih serius, dengan menunjukkan perdebatan diskursif dan perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang ibadah di masa wabah. Jika ini dilakukan, masyarakat atau akademisi akan melihat dinamika Fikih yang sangat intens dan progresif.

Pandemi ini akhirnya mempengaruhi cara pandang dan strategi keagamaan Islam untuk mengatur bagaimana umat Islam menjalankan ibadahnya di masjid. Ini juga memaksa para ulama untuk meretas sebuah Fikih baru di masa pandemi.

Buku saku ini hadir untuk memberikan pencerahan kepada umat Islam tentang berfikih di masa pandemi dengan penjelasan singkat tetapi sarat makna. Karena karakter “saku”-nya, buku ini hanya akan menawarkan produk pemikiran Fikih sebagai guidelines bagi umat Islam menjalankan berbagai ibadah wajib dan sunnah di masa wabah sebagai “new normal”, keadaan normal baru yang bersifat
sementara.

Karena itu pula, buku ini tidak menghadirkan perdebatan dan dalil-dalil yang spesifik.

Fikih pada dasarnya telah memberi ruang fleksibilitas yang sangat terbuka. Dimana dan kapan saja bahaya mengintai, atau ada potensi membahayakan orang lain, maka sebuah ibadah yang dilakukan secara normal dapat berubah sedemikian rupa. Jika tidak mampu berdiri, orang dapat shalat dengan
duduk, berbaring dan seterusnya.

Salah satu syarat wajib haji adalah perjalanan yang dijamin aman. Jika ada peperangan di suatu wilayah yang menghalangi kita sampai ke Mekah, maka kewajibannya gugur. Karena itu pula, haji ditiadakan di masa wabah karena potensi bahaya yang mengancam.

Jika semua Fikih yang “new normal” ini dikompilasi dan dikontekstualisasi dengan keadaannya masing-masing, maka akan muncul Fikih-fikih baru yang aktual dan kontekstual tanpa mereduksi yang konvensional. Muncullah Fiqh al-Aqalliyah bagi minoritas Muslim, Fiqh al-Awlawiyah untuk menetapkan prioritas, Fiqh al-Maqashid untuk mempertimbangkan tujuan Fikih, dan sebagainya.

Dalam konteks wabah yang mengglobal, dibutuhkan sebuah Fikih Pandemi yang mengatur ibadah umat Islam di masa wabah seperti ini. Secara sederhana, buku ini hadir menawarkan Fikih Pandemi yang bersifat guidelines saja. Buku ini juga akan ditindaklanjuti dengan Fikih Pandemi yang lebih kompleks dengan menghadirkan perdebatan diskursif seputar isu ini.

Unduh Buku Saku Fiqih Pandemi

Click to comment