Tulislah kata kunci yang Anda cari, Enter

author photo
By On
JJM guru TIK yang masih belum valid dan terdeteksi tidak linier coba dengan trik berikut barangkali bisa membantu agar segera valid. Cara ini saya terapkan pada sekolah jenjang SMA.

Sebagai gambaran, pada sekolah kami memiliki 7 rombel dengan menerapkan 2 kurikulum yakni; untuk kelas 10 dan 11 menggunakan kurikulum K-13 sedangkan untuk kelas 12 masih menggunakan kurikulu 2006 (KTSP).

Kelas 10 dan 11 masing-masing memiliki 2 rombel, sedangkan untuk kelas 12 memiliki 3 rombel, setiap rombel tidak lebih dari 24 sampai 19 siswa.

Pada kasus ini sekolah kami memiliki 2 guru TIK yang keduanya sudah tersertifikasi, tentu anggapan ini tidak mungkin keduanya bisa cair dana tunjangan sertifikasinya. Tapi tidak!!!

Kedua guru TIK tersebut dana tunjangan sertifikasinya cair dari setahun yang lalu sampai detik ini, karena JJM kedua guru TIK tersebut valid.

Bagaimana caranya?

Guru TIK yang pertama saya alokasikan pada kelas 10 (2 rombel MIPA dan IS) dan kelas 11 (1 rombel MIPA) sebagai guru BK TIK dengan tugas tambahan Kepala Perpus.
Guru TIK yang kedua saya alokasikan pada kelas 12 (3 rombel IPA dan IPS) dan kelas 11 (1 rombel IS) sebagai guru BK TIK pada kelas 11 dan guru mapel pada kelas 12 dengan tugas tambahan Kepala LAB.
Karena perhitungan pada kurikulum 2006 KTSP masih menggunakan mapel maka untuk guru TIK belum bisa terbaca oleh sistem karena itu agar terbaca maka harus diberi rombel kurikulum K-13.

Untuk pemilihan jenis PTK silahkan di pilih guru TIK meskipun masih menggunakan kurikulum 2006 KTSP

Mungkin sistem ini akan berbeda dengan kondisi sekolah Anda, tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba trik ini.

Jika masih ada pertanyaan silahkan komentar dengan bijak.

5 komentar

avatar
This comment has been removed by the author.
avatar

Mohon pencerahan.
Kelas X (3 rombel) & kelas XI (2 rombel) K 13 jumlah siswa 120 orang. Kelas XII (3 rombel) KTSP. Bagaimana pengaturan di dapodiknya agar ybs ttp bs sertifikasi?

avatar

@NASTI_LUTFIL_UMMAH Asumsinya jika siswa 120/8 = 15 siswa/rombel kalau melihat permendikbudnya minimalnya perombel 20 siswa jika setiap rombel kurang dari 15 terdeteksi peringatan tetapi masih bisa disinkronisasi.

Jika guru TIK nya hanya 1 120/150x24 = 19 JJM sehingga masih kurang 6 JJM maka harus ditambah dengan JJM tugas tambahan misalnya (ka. Perpus atau Ka. Lab atau wakasek) karena tugas tambahan dibawah 9 rombel hanya 1 yang diakui(ka. Perpus, Ka. Lab, wakasek) untuk masing-masing guru.

pengaturannya untuk kelas X dan XI JJM pilih guru BK TIK = 0 JJM
untuk kelas XII pilih guru mapel TIK = 2 JJM
tugas tambahan pilih salah satu tugas tambahan diatas

alternatif lain jika tidak memakai tugas tambahan:
Menambah 2 JJM pada kelas XII di setiap rombelnya dengan [pilihan mapel wajib tambahan] kemudian atur juga pada penjadwalan pembelajarannya.

somga membantu

avatar

Kasus di sekolah saya sebagai guru TIK
Jumlah Rombel ada 6, kelas 10 K13, kemudian kelas 11 dan 12 masih KTSP
jumlah siswa keseluruhan pada sekolah kami 143 siswa,
tetapi Tugas Tambahan semuanya sudah digunakan oleh guru mapel yang lain sehingga saya tidak kebagian Tugas Tambahan, bagaimana solusi nya agar VALID, terima kasih

avatar

Karena guru tik jjm nya itu konversi siswa minimal 150 siswa. Maka jika kurang dari jumlah siswa harus ditambah dg tugas tambahan.
Kuncinya pada Pengolaan jjm pada masing masing guru serti sebisa mungkin dioptimalkan sebelum memakai jam tugas tambahan.

Click to comment